Jumat, 06 Januari 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI (GNP)



GNP nya, GNP riil = GNP harga Konsisten

GDP 95 s/d 98
GDP 97
G tahun `97= (433 - 414)/414  x 100 % = 4,6 %
G tahun`98 = (376-433) / 433 x 100 % = - 13%


Mencegah Kemiskinan

- Meningkatkan Pendapatan/Kapita = (GNP / Jumlah Penduduk)

* Pendapatan Perkapitan Naikk kalau % kenaikan GNP > c/o Kenaikan penduduk

- Distribusi Pendapatan
- Melenyapkan Kemiskinan
Cara Ekonomi Tumbuh

GDP `97-`98
X naik = Harga saing harga Barang Dagang Turun
M turun = Uang Mata Asing Naik

Sektor : Pertanian,Industri,Migas, Kesehatan

Asumsi Sektor Ekonomi `97-`98

Pertumbuhan untuk meningkatkan kesejahteraan Ekonomi didalam pendapatan Per Kapita.

Pertumbuhan Ekonomi ( PDB, GDP)

Pertumbuhan PDB ( Product Domestic Bruto) GDP (Gross Domestic Product)


Pertumbuhan Ekonomi

(1)PDB ᵸᵏᵼ naik = Po (Qt Naik)
(2)PDB ᵸᵏ₉₉ = P₉₉ Q₉₉ untuk tahun 99

(1+2) Hanya Merupakan Perubahan Output

NFIA (Net Factors Income From Abroad)

Adalah Selisih dari pendapatan penduduk domestik dari faktor produksi yang di milikinya di luar negeri dengan pendapatan warga negara asing dari faktor produksi yang di miliki didala negeri suatu negara

Nilai NFIA Indonesia masih negatif

Artinya orang asing masih lebih banyak memperoleh pendapatan di Indonesia di banding orang Indonesia yang memperoleh pendapatan dari luar negeri.

Hal ini dapat dilihat dari GNP Indonesia yang lebih kecil dari GDP nya.

- UPAH atau Gaji
- Bunga Dari Pinjaman Luar Negeri
- Profit

Sejarah Perekonomian Indonesia

Orde Lama Jaman Bung Karno

- Pertumbuhan Ekonomi Relatif Rendah
- Dengan Tingkat Inflasi Sangat Tinggi (Mencapai 1000%)
- Rendah di karenakan Gejolak Politik

Distribusi Ketimpangan Di Dalam Distribusi Pendapatan

Alat Ukur

1. DISVERSION RATIO 

itu adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur apakah serangkaian kejadian yang diamati adalah bergerombol atautersebar dibandingkan dengan mode statistik standar

2. HEAD COUNT INDEX 

Proporsi penduduk dengan standar hidup di bawah garis kemiskinan.Head Count Index (H) adalah proporsi penduduk yang ekonomi kesejahteraan (y) adalah kurang dari garis kemiskinan(z). Jika q orang dianggap menjadi miskin dalam populasi ukurann maka H = q / n. Untuk menghitung Indeks Hitung Kepala, perkiraan kesejahteraan ekonomi individu dan garis kemiskinan yang diperlukan

3. POVERTY GAP INDEX

Index kedalaman kemiskinan atau Poverty Gap Index (P1) adalah ukuran ratarata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap batas kemiskinan. Semakin tinggi nilai index (P1) ini, semakin besar rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Kemiskinan absolut : Orang yang secara real tidak dapat memenuhi kebutuhan Riil


4. DISTRIBUTIONALLY SENSITIVE INDEX.

Sampai batas tertentu dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin, dan dapat juga digunakan untuk mengetahui intensitas kemiskinan


Nara sumber :